Pondok Ranji Sabtu Pagi

Bulu hitam dengan corak kuning keemasan yang tak beraturan melapisi tubuh. Pada bagian kaki ada bulu berwarna putih yang sudah dekil. Kepalanya menengadah. Menatap dengan penuh harap orang orang yang duduk di bangku besi depan minimarket stasiun. Sesekali mengerjap lemah. Entah mengantuk atau apa. Kemudian sesekali memperhatikan orang-orang yang lalu didepannya. Lalat lalat menari beberapa centi dari bulu kusutnya. Perutnya keroncongan. Sudah beberapa hari ini ia telat mencari makan di tong sampah stasiun. Pria berseragam kuning dengan bau kecut yang memusingkan kepala akhir-akhir ini rajin sekali merapikan bak sampah.
Kini ia duduk rapi menghadap seorang ibu ibu berbaju hitam yang sedang asik makan bekal dari kertas nasi. Ia menatap lurus. Setiap kali sang ibu melakukan pergerakan, ia juga bergerak maju namun ragu. Ia bukan tipe yang agresif. Mengganggu manusia yang sedang makan sambil teriak-teriak minta tulang. Sayang sekali si ibu sudah selesai makan dan tak menyisakan sedikit untuknya. Kini ia melihat kearahku. Matanya setengah tertutup. Nampaknya asam lambungnya sudah sampai ke kepala. Sepertinya aku harus melakukan sesuatu. Berjalan ke minimarket dibelakangku dan membeli makanan kucing sachetan dan diberikan padanya. Tapi aku tak kunjung beranjak. Aku sibuk mengetik tentangnya sambil sesekali melongok kearah pintu masuk stasiun. Menunggu lelaki yang akan menjemputku dengan vespa kesayangan yang punya banyak stiker di bodynya. Tapi aku terus memantau kucing kampung itu sambil otakku memikirkan jika nanti kubelikan ia makanan akan kuberi disebelah mana. Tentunya aku tidak ingin membuat orang sekitarku risih karena empatiku terhadap seekor kucing kumal. Kucing itu sekarang beranjak. Tidak sampai satu meter ia duduk lagi menghadap jalan dan memunggungiku. Nampaknya ia tahu aku diam-diam mendokumentasikannya lewat tulisan. Dan nampaknya ia tahu kalau aku terlalu lama bergulat dengan batin tanpa memikirkan perutnya yang sudah setipis roti kapas.

Popular posts from this blog

Udah Tua

Persiapan Lamaran Hemat Budget

Cuma Mau Cerita