Cepatlah Kau Hangat Kembali

Masih segar dalam ingatan
Ada seorang perempuan yang berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga hatinya
Menjaga agar tak lagi khawatir tanpa arah
Apalagi sampai patah
Duh jangan sampai

Tapi apa mau dikata
Siapa yang menduga lelaki itu akan datang dengan sekeranjang rasa nyaman
Sudut pandangnya membuat gadis itu memiliki rasa lebih dari sekedar teman
Gaya bicara, sikap ramahnya sungguh menyenangkan
Gadis itu membuka hatinya dengan riang
Rasa khawatir tersakiti lagi, ia abaikan

Dua anak manusia itu akhirnya melangkah bersama
Menyusuri tiap belukar perasaan mereka
Menapaki hari dengan saling menyemangati
Menghitung waktu agar bisa menjumpa lagi
Mereka paham betul kebersamaan ini tak hanya berpelangi
Semua teori dan pengalaman patah hati telah dipelajari
Tapi hati tetaplah hati
Sepaham-pahamnya kau soal patah, ketika betul kau rasa ya pahit juga

Gadis itu sadar betul ia salah
Tak hadir di salah satu momen pencapaian kekasihnya adalah sebuah kekeliruan
Tapi ia punya alasan
Dan ia tak tahu bagaimana menjelaskan
Gunung es di hati lelakinya sepertinya belum cair
Akhirnya ia hanya bisa telungkup di kamar
Mengetuk layar ponsel seraya mengetik aksara di blog nya
Dengan hati penuh harap lelakinya segera hangat kembali

Gadis itu memang tak bisa santai soal perasaan
Terlihat tak peduli namun hatinya kacau tak karuan
Sejak terakhir ia lihat ceklis biru menghiasi ruang obrolan
Hatinya penuh gemuruh tak berkesudahan
Menunggu balasan yang tak kunjung datang
Ia tahu lelakinya sedang tidak baik-baik saja
Dan ia tidak tahu harus berbuat apa
Semua langkah terasa serba salah
Dugaan-dugaan memenuhi tempurung kepala
Membuat pelipis sakit dan sesak dada

Ia malu pada diri sendiri
Padahal awal tahun lalu ia sudah janji
Tak mau macam-macam soal hati
Tapi coba lihat ia saat ini
Membusuk dan hampir mati

Sudahlah, lelaki memang selalu sesuka hati
Mudah-mudahan seniman kecintaannya cepat hangat kembali

Sebuah tulisan ekspresif pukul 0.29 pagi 3 Juni 2018

Popular posts from this blog

Udah Tua

Persiapan Lamaran Hemat Budget

Cuma Mau Cerita